Oleh : rHoMie_zF *)
Setiap manusia memiliki harapan tersendiri bagi kehidupannya, begitu pula dengan Saya dan Anda. Harapan timbul karena kebutuhan dan keinginan seseorang terhadap sesuatu.
Bagaimanakah meniscayakan sebuah harapan? Ini merupakan pertanyaan substantif yang terus menggelayuti pikiran Saya, sehingga saya coba untuk menuangkannya ke dalam rangkaian kata-kata dalam tulisan ini
Sejauh yang Saya ketahui, harapan adalah gap yang terjadi antara keinginan dan realitas. Akan tetapi, tidak bisa juga diartikan bahwa harapan hanya sekedar keinginan. Lebih dari itu, harapan adalah penantian dari sebuah usaha panjang yang telah di kerjakan untuk mencapai keinginan-keinginan tertentu.
Artinya bahwa untuk merealisasikan suatu keinginan, maka adalah suatu keharusan utk mengusahakannya. Ketika sebuah usaha telah dilakukan, maka hasil dari usaha tersebutlah yang menjadi manifestasi dari harapan Kita.
Selama ini terjadi miskonsepsi terhadap kata HARAPAN. Kebanyakan orang mengatakan bahwa harapan adalah apa yang kita inginkan untuk terjadi di masa depan. Jika demikian yang kita pahami selama ini, lalu apa bedanya HARAPAN dan ANGAN-ANGAN yang tak bertepi.
Sebagaimana yang Saya sebutkan sebelumnya, harapan itu akan muncul setelah ada usaha yang kita lakukan. Dan angan-angan atau cita-cita kitalah yang menjadi motivator untuk melakukan sebuah usaha yang akhirnya memunculkan harapan tersebut.
Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa harapan adalah PENANTIAN, Penantian terhadap hasil dari usaha kita, sebagaimana petani menanti panen setelah ia menebar benih. nelayan setelah ia merentangkan jala dan pelajar setelah ia belajar dengan giat dan tekun.
Penantian seperti inilah yang dinamakan HARAPAN.
Lalu, Bagaimana Cara untuk meniscayakan harapan-harapan kita..?. Harapan yang kita nantikan pasti akan terjadi, jika usaha yang kita lakukan telah optimal dan kita yakini keterwujudannya. Artinya meniscayakan sebuah harapan harus di awali dengan usaha yang optimal dan keyakinan akan keberhasilan usaha tersebut.
Inilah kuncinya.
Optimalkan kerja dan Usaha Kita..!
Yakini Keberhasilannya..!
Maka, Niscaya Harapan akan berjalan dengan langkah yang pasti, bergerak menjemput Kita..!
*) Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mulawarman, Samarinda.
Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan
Jumat, Februari 13, 2009
Senin, Januari 26, 2009
Pemaknaan Cinta :: Sebuah Renungan
Oleh : rHoMie_zF
Cinta..
Sebuah Ungkapan tanpa Makna..
Tanpa makna yang Sempurna..
Tak ada makna yang secara representatif menginterpretasikan arti cinta secara sempurna..
Karena Cinta adalah rangkaian muatan makna..
Karena Cinta adalah kesempurnaan makna..
maka, setiap makna Cinta harus di fahami secara sempurna..
Bahwa tak ada kesempurnaan tanpa Cinta.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seorang laki-laki menyukai Wanita.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika kasih sayang orang tua tercurah penuh demi anak-anaknya.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seseorang berjuang demi bangsa dan negaranya.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seorang hamba taat beribadah pada Tuhannya.
Jika Cinta di artikan ketertarikan laki-laki pada wanita..
lalu apa bedanya Cinta dengan Nafsu belaka..
Jika Cinta di artikan kasih sayang orang tua pada anak-anaknya..
lalu apa bedanya Cinta dengan emosi semata.
Jika Cinta diartikan sebagai perjuangan demi bangsa dan negara..
lalu apa bedanya Cinta dengan rasa ingin merdeka..
Jika Cinta di artikan sebagai ketaatan beribadah seorang hamba pada Tuhannya..
lalu apa bedanya Cinta dengan pengharapan terhadap Surga..
Coba renungkan..!
seberapa besar dan benar pemaknaanmu terhadap cinta..
apakah kau kira dengan mencintai wanita atau pria, kau telah merealisasikan Cinta?
Apakah kau kira dengan menyayangi dan mengasihi anak-anak, kau telah menumbuhkan Cinta di dalam hati mereka?
Apakah kau kira dengan berjuang demi bangsa dan negaramu, kau telah berkontribusi untuk menebarkan Cinta?
atau. . .
Apakah kau kira dengan beribadah secara ikhlas pada Tuhanmu, kau telah menCintai-Nya?
Cinta tidak sekedar kata-kata..
Cinta tidak butuh makna belaka..
tapi..
Cinta adalah kesempurnaan dan realita..
Buktikan Cintamu..
Cinta..
Sebuah Ungkapan tanpa Makna..
Tanpa makna yang Sempurna..
Tak ada makna yang secara representatif menginterpretasikan arti cinta secara sempurna..
Karena Cinta adalah rangkaian muatan makna..
Karena Cinta adalah kesempurnaan makna..
maka, setiap makna Cinta harus di fahami secara sempurna..
Bahwa tak ada kesempurnaan tanpa Cinta.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seorang laki-laki menyukai Wanita.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika kasih sayang orang tua tercurah penuh demi anak-anaknya.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seseorang berjuang demi bangsa dan negaranya.
Cinta adalah suatu ungkapan yang terlintas ketika seorang hamba taat beribadah pada Tuhannya.
Jika Cinta di artikan ketertarikan laki-laki pada wanita..
lalu apa bedanya Cinta dengan Nafsu belaka..
Jika Cinta di artikan kasih sayang orang tua pada anak-anaknya..
lalu apa bedanya Cinta dengan emosi semata.
Jika Cinta diartikan sebagai perjuangan demi bangsa dan negara..
lalu apa bedanya Cinta dengan rasa ingin merdeka..
Jika Cinta di artikan sebagai ketaatan beribadah seorang hamba pada Tuhannya..
lalu apa bedanya Cinta dengan pengharapan terhadap Surga..
Coba renungkan..!
seberapa besar dan benar pemaknaanmu terhadap cinta..
apakah kau kira dengan mencintai wanita atau pria, kau telah merealisasikan Cinta?
Apakah kau kira dengan menyayangi dan mengasihi anak-anak, kau telah menumbuhkan Cinta di dalam hati mereka?
Apakah kau kira dengan berjuang demi bangsa dan negaramu, kau telah berkontribusi untuk menebarkan Cinta?
atau. . .
Apakah kau kira dengan beribadah secara ikhlas pada Tuhanmu, kau telah menCintai-Nya?
Cinta tidak sekedar kata-kata..
Cinta tidak butuh makna belaka..
tapi..
Cinta adalah kesempurnaan dan realita..
Buktikan Cintamu..
Langganan:
Postingan (Atom)